Jual Beli Mobil: Mengenal 6 Ciri Mobil Bekas Turun Mesin, Jangan Sampai Anda Membelinya



Selain mobil baru, faktanya ada banyak diantara masyarakat Indonesia yang lebih memilih untuk membeli kendaraan bekas atau second, karena harga jualnya di pasaran cenderung lebih murah. Bahkan tidak hanya itu, faktanya juga banyak masyarakat yang memutuskan untuk menjual kendaraan mereka bukan karena kondisinya yang sudah tidak layak pakai, melainkan dikarenakan sudah bosan dan ingin berganti yang baru. sehingga jika seandainya melihat dari segi performa sudah pasti masih bagus. Jual beli mobil  bekas ini nyatanya juga bisa secara mudah Anda jumpai di pasaran.

Bahkan sekarang ini ada banyak sekali yang menawarkan transaksi secara online, sehingga nantinya Anda bisa jauh lebih mudah dalam menemukan produk terbaik. Kuncinya tetap harus menemui penjual secara langsung untuk mengecek kondisi mobil dan melakukan test drive sehingga nantinya tidak akan kecewa dalam membeli. Apalagi tidak jarang diantaranya beberapa produk kendaraan yang sengaja dijual karena sudah turun mesin, sehingga Anda harus berhati-hati, karena selain performanya yang sudah tidak mumpuni, sebenarnya biaya perawatan yang harus dikeluarkan untuk mengembalikan performanya tersebut juga kian mahal. 

Berikut ini diantaranya beberapa ciri kendaraan yang sudah turun mesin dan harus Anda ketahui, yaitu:


  1. Asap knalpot yang keluar pada saat mobil dinyalakan berwarna putih, bahkan juga bisa menghitam, ini merupakan sebuah kondisi dimana bagian pembakaran tidak berlangsung secara normal, termasuk kemungkinan ada oli yang bocor. Sering kali terjadi pada mobil tua dan memang kinerjanya sudah tidak seoptimal dulu lagi.
  2. Air radiator berminyak, tak hanya keberadaan minyak yang ada di bagian air radiator, biasanya hal ini juga diimbangi dengan perubahan yang terjadi pada warna oli menjadi kecoklatan. Hal ini disebabkan karena air masuk ke ruang kompresi atau sebaliknya oli yang masuk ke saluran air, terjadi karena korosi pada bagian blok silinder head dan membuat lubang yang tidak beraturan.
  3. Suhu mesin selalu naik dan cepat panas, bahkan sering kali mobil mengalami mati mendadak karena memang sedang overheat, ini menandakan mobil harus turun mesin. Karena jika berlangsung secara terus menerus maka resiko yang paling membahayakan adalah kemungkinan kendaraan tersebut nantinya bisa terbakar.
  4. Mati mesin secara mendadak, faktor penyebabnya yang paling sering terjadi adalah karena mesin terlalu panas atau mengalami kondisi yang dinamakan sebagai overheating. Ketika mesin panas dan tidak mampu mendinginkan suhunya secara otomatis bisa saja terjadinya masalah pada bagian radiator atau sistem pendinginnya.
  5. Busi mobil selalu basah dengan oli, busi ini adalah komponen penting yang digunakan dalam sistem pengapian. Namun jika seandainya kondisinya selalu basah dengan oli patut untuk diwaspadai. Karena bisa jadi oli tersebut sudah bercampur di ruang kompresi sehingga membuatnya mudah sekali terbakar di bagian ini.
  6. Air radiator jumlahnya berkurang, bahkan juga ada resiko menyembur ketika mesin mobil sedang di starter, guna mengenai faktor penyebabnya maka harus dilakukan pengecekan pada komponen atau bagian-bagian radiator tersebut.

Setidaknya itulah beberapa ciri dari mobil yang mengalami kondisi turun mesin, tak hanya performanya saja yang nantinya akan turun, melainkan juga harga jualnya ke pasaran bisa jadi lebih murah dibandingkan dengan yang kondisinya masih bagus, karena butuh biaya perawatan yang lebih mahal nilainya. Jangan asal membeli mobil bekas dengan kondisi ini, cek terlebih dahulu sebelum memutuskan membeli di tempat jual beli mobil pilihan Anda.